Jogjastay.com – Kota Yogyakarta untuk mempertahankan gelar sebagai Kota Layak Anak di tengah kategori tahun, dan tidak bisa naik peringkat dalam kategori nindya karena berbagai alasan.

“Kategori ini menengah. Ada banyak iklan rokok, namun peraturan yang kuat untuk menjadi catatan dalam evaluasi tahun ini,” kata Kepala Dinas Pengembangan Masyarakat dan Perempuan (KPMP) Lucy Irawati Yogyakarta di Yogyakarta, Rabu.

Menurutnya, ia akan terus melakukan perbaikan untuk seluruh catatan yang diberikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ini (KPPPA) yang melakukan penilaian.

Saat ini, tambahnya, Pemerintah telah mengeluarkan keputusan Yogyakarta Walikota Nomor 34 Tahun 2015 tentang Rencana Aksi Daerah untuk Perkembangan Anak Proper Kota 2015-2019.

Dalam rencana aksi, sejumlah lembaga yang terlibat untuk mempromosikan kebijakan pembangunan yang ramah terhadap anak dalam rangka memenuhi berbagai kebutuhan anak seperti hak-hak sipil dan kebebasan, pendidikan, dan perlindungan.

“DPRD Kota Yogyakarta juga memiliki proposal untuk membuat peraturan daerah yang berkaitan dengan anak,” katanya.

Selain itu, ia menambahkan, upaya untuk meningkatkan kehadiran sebuah desa ramah anak juga sedang dilakukan. Saat ini Kota Yogyakarta memiliki 136 desa ramah anak dan ada tambahan 10 desa dimungkinkan melalui perubahan anggaran 2015.

“Melalui desa ramah anak-anak, masyarakat diharapkan memiliki kesadaran untuk dapat menempatkan kepentingan perkembangan anak dan kepatuhan dengan berbagai hak yang seharusnya mereka terima,” katanya.

Penghargaan untuk wilayah yang memenuhi syarat sebagai memenuhi syarat Anak Kota dilakukan oleh KPPPA di Bogor, Selasa (11/8).

Selain Kota Yogyakarta, Sleman dan Yogyakarta predikat serupa, sementara City Proper Anak dicapai kategori tertinggi Pemerintah Kota Surabaya dan Solo.