Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di Yogyakarta mundur. Awalnya musim hujan di sana diprediksi terhadi pada awal November ini, namun belakangan diketahui justru mundur pada awal Desember 2015.

“Kemunduran awal musim hujan itu disebabkan pengaruh El Nino yang masih ada sampai sekarang,” kata Staf Seksi Data dan Informasi BMKG Yogyakarta Indah Retno Wulan, Kamis (5/11/2015).

Pengaruh El Nino menyebabkan aktivitas sirkulasi monsun Asia melemah. Sehingga mengindikasikan sedikitnya peluang pembentukan awan hujan di beberapa wilayah di Indonesia, termasuk di Yogyakarta.

Pengaruh El Nino masih akan berlangsung hingga akhir Oktober, sehingga awal musim hujan di Yogyakarta diperkirakan baru muncul pada awal Desember 2015.

Pengaruh El Nino tersebut juga menyebabkan potensi cuaca ekstrem seperti petir, hujan lebat, serta angin kencang.

“El Nino berpengaruh secara global, bukan hanya Indonesia tapi juga berdampak di negara-negara lain,” ujar Retno.

Meski demikian, ia mengatakan sebaiknya masyarakat tetap meningkatkan kesiapan menghadapi musim hujan, yang diawali dengan masa pancaroba yang membawa dampak cuaca ekstrem.

“Sebaiknya dari sekarang tetap melakukan persiapan dengan memangkas ranting pohon di tepi jalan maupun di dekat rumah yang sudah rapuh,” tuturnya.

Sebelumnya di daerah lain di Indonesia, musim hujan sudah mulai. Seperti di Palembang, Jakarta, dan Jawa Barat.

Sumber